Ketua DPRD Kukar Tekankan Pengawasan Ketat Penggunaan Anggaran Daerah
Ketua DPRD Kukar,
Ahmad Yani
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap seluruh kegiatan pembangunan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, setiap rupiah dari anggaran harus dikelola secara transparan dan digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.
Ahmad Yani mengatakan,
pengawasan tersebut tidak hanya berlaku untuk proyek berskala besar di tingkat
kabupaten, melainkan juga mencakup program-program yang dilaksanakan di tingkat
rukun tetangga (RT), desa, hingga kecamatan.
“Semua pembangunan di
Kutai Kartanegara harus dikontrol, mulai dari bantuan atau program di tingkat
RT, desa, kecamatan, hingga kabupaten. Setiap rupiah yang berasal dari APBD
harus benar-benar bermanfaat untuk rakyat,” tegasnya saat ditemui pada Sabtu
(9/8/2025).
Ia menjelaskan, pengawasan
ketat merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai
rencana dan menghindari terjadinya penyalahgunaan anggaran. Dengan kontrol yang
baik, setiap program yang dijalankan akan tepat sasaran dan memberi dampak
positif langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, tanggung jawab
pengawasan bukan hanya berada di tangan DPRD atau pemerintah daerah, tetapi
juga memerlukan peran aktif masyarakat. Keterlibatan warga dalam memberikan
masukan dan melaporkan penyimpangan akan memperkuat transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan anggaran.
“Partisipasi masyarakat
sangat dibutuhkan. Kalau ada yang tidak sesuai, warga bisa menyampaikan
langsung agar kita bisa tindak lanjuti. Ini untuk memastikan uang rakyat
kembali ke rakyat dalam bentuk manfaat yang nyata,” ujarnya.
Ahmad Yani menekankan
bahwa setiap pembangunan, sekecil apa pun skalanya, harus membawa manfaat yang
jelas. Bahkan bantuan pada level keluarga sekalipun harus diarahkan untuk
mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kukar.
Ia juga menyoroti
pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat untuk
menciptakan sistem pengawasan yang efektif. Menurutnya, kolaborasi ini akan
menciptakan pembangunan yang lebih terukur, transparan, dan tepat guna.
“Intinya, penggunaan
anggaran harus berguna dan bermanfaat bagi rakyat. Tidak boleh ada dana yang
digunakan untuk kepentingan di luar pembangunan,” tegas Ahmad Yani.
Dengan pengelolaan anggaran yang bersih, ia optimistis
pembangunan di Kukar akan berjalan merata, tidak hanya terpusat di satu
wilayah. Hal ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas hidup
masyarakat di berbagai sektor.(ADV)